Lompat ke isi utama

Berita

Sambut Pemilu 2029, 40 Pengawas Partisipatif Ikuti Pendidikan di Bawaslu Kota Pangkalpinang

foto

Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang saat membuka secara resmi kegiatan P2P senin, 25/05/2026.

Pangkalpinang, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif dengan melibatkan 40 orang pengawas partisipatif yang terdiri dari anggota Pramuka dan generasi muda (PP Muhammadiyah, IMM, HMI Babel dan Forum Demokrasi Milenial) sebagai upaya memperkuat pemahaman demokrasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada menuju tahun 2029.

 

Kegiatan yang bertemakan “Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang dan dihadiri oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kep. Babel, Anggota Bawaslu Kota Pangkalpinang, Kabag Pengawasan dan Humas Bawaslu Provinsi Kep. Babel dan Jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Pangkalpinang senin, 25/05/2026.

 

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang Imam Ghozali menyampaikan bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi seluruh tahapan demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi di Kota Pangkalpinang.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama agar teman-teman lebih memahami apa itu Pemilu, Pilkada, dan bagaimana proses demokrasi berjalan. Bawaslu membutuhkan dukungan serta keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif,” ujarnya.

 

Peserta yang sebagian besar masih berusia 16 hingga 17 tahun diajak memahami pentingnya peran pemilih muda dalam menentukan arah demokrasi di masa depan. Beberapa peserta diketahui belum pernah mengikuti Pemilu, sementara sebagian lainnya baru pertama kali menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024 lalu.

 

Bawaslu Kota Pangkalpinang menilai generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen pengawasan demokrasi. Selain menjadi pemilih pada Pemilu 2029 mendatang, mereka juga diharapkan mampu menjadi penyampai informasi positif mengenai pentingnya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di lingkungan sekitar.

 

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Pangkalpinang juga membuka ruang diskusi dan masukan dari para peserta terkait kondisi demokrasi di Kota Pangkalpinang. Menurutnya, ide, pemikiran, dan pandangan generasi muda sangat dibutuhkan untuk membangun sistem demokrasi yang lebih baik ke depan.

“Harapannya nanti di tahun 2029, proses demokrasi di Kota Pangkalpinang semakin baik dengan adanya keterlibatan aktif generasi muda sebagai bagian dari pengawas partisipatif,” tambah Imam Ghozali.

 

Kegiatan pendidikan pengawas partisipatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran politik generasi muda sekaligus memperkuat sinergi antara Bawaslu dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Pangkalpinang.

foto

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Kota Pangkalpinang

Editor : Humas Bawaslu Kota Pangkalpinang