P2P Bawaslu Kota Pangkalpinang: Ketua Bawaslu Babel Ajak Generasi Muda Jadi Pemilih Kritis dan Logis Menuju Pemilu 2029
|
Pangkalpinang, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, EM Osykar, mengajak generasi muda untuk menjadi pemilih yang logis, kritis, dan berani dalam mengawal demokrasi menuju Pemilu Serentak 2029. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pendidikan Kader Pengawas Partisipatif dengan tema “Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Pangkalpinang senin, 25/05/2026.
Dalam sambutannya, EM Osykar memperkenalkan struktur kelembagaan Bawaslu mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menegaskan bahwa pengawasan demokrasi tidak dapat dilakukan hanya oleh penyelenggara pemilu, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Proses demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai agenda lima tahunan saat pemilu dan pilkada saja, tetapi bagaimana masyarakat ikut mengawal jalannya demokrasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dinamika pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, khususnya di Kota Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang melaksanakan pemilihan kepala daerah ulang di dua daerah, yakni Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 hingga pemilihan ulang tidak hanya menjadi prestasi penyelenggara pemilu seperti Bawaslu dan KPU, tetapi juga hasil dari dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, media, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta organisasi kepemudaan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan dari IMM, Pemuda Muhammadiyah, HMI Babel, Forum Milenial Demokrasi, dan anggota Pramuka yang diproyeksikan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.
EM Osykar menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan demokrasi. Ia memprediksi bahwa pada Pemilu Serentak 2029, sekitar 30 persen pemilih akan didominasi oleh generasi Z.
“Alangkah ruginya apabila tingkat partisipasi dan kepedulian generasi muda tidak mengalami perbaikan pada 2029 nanti. Karena itu, generasi muda harus menjadi pemilih yang logis, kritis, dan berani menyuarakan aspirasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, isu provokatif, maupun praktik politik uang yang dapat merusak kualitas demokrasi. Menurutnya, di era digital saat ini, generasi muda harus mampu menyaring informasi dan memahami substansi dari setiap informasi yang diterima melalui media sosial dan perangkat digital.
“Jangan hanya sekadar like, comment, share, dan subscribe tanpa memahami esensi informasi yang diterima. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang cerdas dan berani menentukan pilihan secara rasional,” tambahnya.
Selain itu, EM Osykar menekankan bahwa politik memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga generasi muda tidak boleh bersikap apatis terhadap politik dan demokrasi.
Melalui program Kader Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Pangkalpinang bersama Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya membangun sinergi dengan berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat.
“Kami berharap Pemilu 2029 tidak hanya menjadi agenda demokrasi yang menghabiskan biaya, tetapi benar-benar mampu melahirkan pemimpin yang bekerja dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Kota Pangkalpinang
Editor : Humas Bawaslu Kota Pangkalpinang